Pelatihan selalu identik dengan ruangan tertutup baik itu di hotel atau aula. Namun kali ini bidang kepemudaan Dinas Pariwisata Pemuda adn Olahraga Kabupaten Tasikmalaya menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Pemuda dengan konsep berkemah. Youth Camp 2026 diselenggarakan pada tanggal 22-23 Mei 2026 bertempat di Bukit Nangreu Galunggung Kec. Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya mengusung tema membangun kolaborasi, memimpin dengan hati, berdampak untuk negeri diikuti oleh sekitar 40 orang peserta dengan pemateri dari berbagai unsur yaitu akademisi, instansi, dan pemuda inspirasi, serta diakhiri oleh outbond kepemimpinan.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Drs. Aam Rahmat Selamet,M.Pd dalam sambutannya menyebutkan bahwa, Salah satu tolok ukur dalam mengevaluasi dan memahami kondisi pemuda, serta merefleksikan capaian dari upaya pembangunan pemuda adalah indeks pembangunan pemuda Indeks ini meliputi berbagai aspek, seperti pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, lapangan dan kesempatan kerja, partisipasi dan kepemimpinan, serta gender dan diskriminasi, sehingga memberikan gambaran menyeluruh tentang kesejahteraan pemuda dalam suatu wilayah.
Melalui tema yang diusung hari ini, yaitu: "membangun kolaborasi, memimpin dengan hati, berdampak untuk negeri." ini bukan sekadar slogan, ini adalah tiga pilar penting untuk kepemimpinan masa depan.Pertama, membangun kolaborasi. Pada saat ini bukan lagi zamannya kompetisi yang saling menjatuhkan. Hari ini adalah era super-team, bukan super-man. Kita harus mampu merajut sinergi, menyatukan potensi yang berbeda-beda untuk satu tujuan bersama: memajukan daerah kita, kabupaten tasikmalaya tercinta.
Kedua, memimpin dengan hati. Kepemimpinan yang hanya mengandalkan logika dan kekuasaan akan melahirkan kaku dan jarak semata. Namun, pemimpin yang memimpin dengan hati, dengan empati, akan melahirkan dedikasi. Ketahuilah apa yang dibutuhkan masyarakat, rasakan apa yang menjadi kegelisahan mereka. Jadilah pemimpin yang melayani, bukan yang dilayani.
Dan yang ketiga, berdampak untuk negeri. Belajar yang rajin, terus kembangkan diri, ikut pelatihan, itu bagus. Tapi ilmu tidak akan ada gunanya jika tidak membawa perubahan nyata. Sekecil apa pun aksi kalian setelah keluar dari bukit nangreu ini, pastikan itu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar, bagi kabupaten Tasikmalaya, dan pada akhirnya untuk indonesia.
Tag:
Berita Terbaru